Tuesday, October 26, 2010
puisi: Cinta Hakiki
Jadi inget waktu lomba puisi International Open Poetry Contest 2002. Puisi saya berbahas Inggris (Thank God) masuk deretan finalis + jadi special participant dalam bentuk buku dan CD. Jadi tambah heran, kok bikin puisi bahasa Indo gak lolos..malah puisi bahasa Inggris yang bisa lolos! hihihihi..lucu!
Dibawah ini puisi yang coba saya kirimkan ke Lomba Puisi FTD Riau tersebut. Gimana menurut Anda? ;p
CINTA HAKIKI
(De Veha)
Kutapaki setiap jalan dalam hidup
Kuarungi dengan hati yang redup
Satu, dua, tiga, langkah tetap tertutup
Kaku bagaikan manusia salju di kutub
Setiap kegundahan kucari cinta, sampai pintu kebahagiaan terbuka
Aku lega, hidupku penuh warna
Kutemukan jalanku
Kutemukan cintaku pada-Mu
Cinta yang abadi dan hakiki
Thursday, February 25, 2010
Juara 3 Lomba Testimonial se-Indonesia
Ceritanya begini, ini sekalinya Papa saya sakit ampe sekarat saat beberapa minggu menjelang hari pernikahan saya. Saat itu Papa yang sosok tubuhnya tinggi tegap, sehat..tiba2 rapuh n' kelamaan tak berdaya.

Singkat cerita, alhamdulillah Papa lama-lama sehat berkat berobat alternatif dengan Pak Yosef. Dari situlah Papa mengkonsumsi beberapa produk K-Link. Nah, lalu Papa kasih tau kalo ada lomba ini. Nah, Papa kan kalo disuruh nulis cerita susah, jadi minta tolong saya. Pada intinya semua informasi dari Papa semua. Saya tinggal menggubah kata2 istilahnya, biar lebih mantap kalo dibaca..hehehe..
Lalu, karena testimonial ini termasuk finalis, maka sebelumnya Papa diwawancara disuruh cerita lagi di depan podium. Kalo disuruh ngomong mah, Papa jago banget dah! hehehe... Setelah itu, malamnya adalah Malam Grand Final. Selanjutnya tau kan? Eng ing eng.. "Pemenang ketiga adalah.." selanjutnya nama Papa dipanggil, padahal Papa lagi ngobrol di telpon n' kaget sendiri disuruh maju ke podium n jadi pemenang..hahaha..
Well, Pemenang pertama ke Cina (wah, kesian Mama-Papa gak ngerti bahasanya n susah cari makanan halal..hehehe), yang kedua ke Bangkok (Papa udah pernah kesana..tapi lagi-lagi alasan yg sama kayak sebelumnya). Emang Alloh SWT ngasihnya jadi pemenang ketiga ya, coz Papa dapet hadiah jalan-jalan ke Kuala Lumpur. Alhamdulillah.. Memang dari dulu Mama n Papa pengen banget ke KL. N' alhamdulillah saya bisa memberikan hadiah itu untuk mereka berdua..
TESTIMONIALNYA!:
Nama saya Nurul Perwirady Hady. Saya akan menceritakan kesaksian saya akan khasiat dari produk K-Link.
Tahun lalu, entah mengapa seringkali tiba-tiba badan saya lemas. Saya merasa daya tahan tubuh saya menurun, ingin muntah karena mual dan tidak selera makan. Saya sedikit bingung dan khawatir. Pikiran saya saat itu, ah! mungkin saya hanya kelelahan. Tapi, saya tidak bekerja lagi dan lebih banyak menghabiskan waktu dirumah bersama istri serta anak-anak. Akhirnya, saya memberanikan diri dan mengalahkan ego untuk bertanya kepada teman yang merupakan seorang dokter. Namun dia hanya bilang “Kau itu tidak sakit, tapi terlalu banyak pikiran. Stress!”. Walaupun saya menganggap dia sedang melucu, tapi saya pikir ada benarnya juga.
Memang, saya sudah lama pensiun dan itu yang menjadi pikiran terberat saya. Saya memiliki
Setelah saya beberapa kali merasa lemas, saya pun mulai merasakan air seni tidak selancar seperti biasanya ketika saya buang air kecil. Lalu, sebentar-sebentar mau buang air kecil lagi yang esok-esoknya disusul dengan keluar darah. Seperti biasa, pertama-tama saya diamkan saja. Saya pun tidak memberitahu istri, apalagi anak-anak.
Suatu hari kira-kira bulan Agustus 2006, saya mengunjungi adik di
Alhamdulillah operasi tersebut lancar dalam beberapa jam. Namun, saya harus tetap menjalani cuci darah dua kali dalam satu minggu. Di rumah sakit tersebut, saya dirawat inap hampir satu bulan. Sungguh, itu sangat menyiksa saya terutama saat cuci darah berlangsung selama 4 jam. Saya menolak “cymino”, sebuah alat khusus berupa selang yang dapat langsung disambungkan ke dalam bagian tubuh. Saya bersikeras tidak ingin menggunakannya. Saya pun pernah tiga kali pingsan setelah cuci darah, juga saat proses cuci darah berlangsung saya hampir kehilangan kesadaran. Rasanya mau mati, sekarat! Di ruangan tersebut, seakan maut bisa kapan saja menjemput. Saya pun siap bila mana memang harus lepas nyawa saat itu. Saya sudah tidak tahan lagi, sakit!
Dilema hati antara hidup dan mati, ternyata Allah SWT masih mencintai saya. Berita bahagia datang dari anak saya yang ketiga, ia akan menikah. Kondisi saya saat itu memang belum stabil, bahkan saya belum diperbolehkan untuk pulang. Mendekati hari pernikahannya, ada semangat tinggi untuk dapat langsung menikahkannya. Saya tidak ingin melewati hari bahagianya yang sangat dinantikan itu. Saya pun memaksakan diri untuk hadir sesaat walaupun kateter terus menggantung di bagian tubuh saya. Sempat saya terpaku dan merasakan sedih yang teramat sangat, tapi saya sangat bahagia hari itu.
Sebulan kemudian kira-kira akhir Oktober 2006, seorang teman baik datang ke rumah untuk menjenguk. Ia menawarkan terapi holistic dan menjelaskan sedikit mengenai pengobatan tersebut. Saya langsung tertarik sebab saya ingin kembali sehat dan tidak mau ke dokter selamanya. Beberapa hari kemudian, tepatnya pada tanggal 8 November 2006 sekitar pukul 08.00 pagi saya dipertemukan dengan Pak Yosef Darma Rista dan istrinya, Enny Setyorini di klinik beliau “Fairuzholistic”. Mereka berdua mulai melakukan terapi terhadap saya, dengan kondisi saya yang saat itu masih menjalani cuci darah dua kali seminggu, masih menggunakan kateter, Hb 7.3, Ureum 108.2, Creatinine 16.1, dan Uric Acid 9.5. Saya ikuti seluruh terapi berupa Akupuntur, Koryo Sooji Chim, Bekam, Refleksi, Massage, Yoga, Diet, dan terapi lainnya dengan frekuensi awal tiga kali seminggu dan secara bertahap terus berkurang.
Dari terapi rutin tersebut, disitulah Pak Yosef Darma Rista dan istrinya, Enny Setyorini yang kebetulan distributor K-Link memperkenalkan saya dengan produk K-Link. Ia memberikan sedikit demi sedikit informasi mengenai produk ini. Kemudian, saya pun mencobanya.
Saya mulai mengkonsumsi Chlorophyl, Gamat Vitaplus, Omegasqua, Roibos Tea dan Propolis Platinum. Tidak hanya itu, saya juga memakai K-Link Kino. Saya ikuti terus sesuai petunjuk beliau dan berlangsung hingga bulan Desember 2006. Alhamdulillah setelah 2 bulan pemakaian, saya merasa lebih baik walaupun masih tetap menjalani proses cuci darah yang berkurang menjadi seminggu sekali hingga 10 hari sekali.
Saya merasakan benar khasiat produk K-Link dan terapi pada tanggal 29 Mei 2007 menjadi terapi saya yang terakhir. Kondisi tubuh saya lebih baik dari pada sebelumnya. Saya sudah mampu bepergian jauh selama beberapa hari hingga keluar kota, berlibur bersama keluarga tercinta, kembali berbisnis, berolah raga, hingga mengendarai mobil sendiri, dan aktivitas lainnya yang sempat tidak bisa saya lakukan selama beberapa waktu. Sampai pada hari ini pun, saya tetap mengkonsumsi produk K-Link tersebut dan menjalani terapi diet. Alhamdulillah akhirnya selama 8 bulan ini saya tidak lagi menjalani cuci darah yang sangat menyiksa itu.
